Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan


Menteri Urusan Tahanan Palestina Mohammad Faraj Al-Ghoul meminta negara-negara Arab untuk menyelamatkan perempuan Palestina dari ancaman terorisme Israel. Dengan nada kecewa Al-Ghoul mengeluhkan sikap negara-negara Arab yang mengabaikan nasib rakyat Palestina.

"Kemana kebanggaan mereka sebagai orang Arab. Mereka seharusnya melakukan sesuatu melihat apa yang terjadi pada kaum perempuan Palestina," ujar Al-Ghoul.

Perempuan Palestina sangat rentan menjadi korban teror yang dilakukan rezim Zionis Israel. Mereka ditangkapi dan diperlakukan sewenang-wenang oleh tentara-tentara Zionis.

"Para tentara (Zionis) pengecut itu merasa berhak berlagak sombong, menari, atau melakukan apapun sepanjang tidak ada yang berkata 'cukup!' dan sepanjang tidak rasa ke-Arab-an di hati kaum Muslimin dan orang-orang Arab itu," tandas Al-Ghoul dalam sebuah acara yang dihadiri ratusan menteri, keluarga tahanan, organisasi pekerja dan organisasi kemasyarakatan di depan kantor Kementerian Urusan tahanan Palestina.

Al-Ghoul mengatakan, rekaman video yang berisi seorang tentara Israel menari-nari di depan seorang tawanan Palestina cuma sebagian kecil dari pelecehan dan penghinaan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina yang menjadi tawanan mereka, baik tawanan laki-laki maupun perempuan.

Dalam rekaman video yang dipublikasikan sejumlah media massa beberapa waktu lalu, terlihat seorang tahanan Palestina bernama Ihsan Dababisa dengan mata ditututup dan tangan terborgol, sementara seorang tentara Israel sengaja menari-nari di depan Dababisa sebagai bentuk penghinaan.

Al-Ghoul mengecam komentar Israel yang menyebut Dababisa teroris. "Siapa yang teroris? Tawanan yang cuma seorang diri, matanya ditutup dan tangannya diborgol atau tentara Israel yang dengan senangnya menari dan menyanyi di depan seorang perempuan yang telah mereka culik?," kecam Al-Ghoul.

Negara-negara Arab yang jumlahnya mencapai lebih dari 50 negara tidak pernah menunjukkan keseriusannya dalam masalah Palestina. Jangankan bertindak, mengeluarkan kecaman keras dan tegas terhadap kekejian Israel di Palestina pun tak pernah. (eramusim/din)
Selengkapnya...

TERUNGKAP, PENGGALIAN DI BAWAH MASJID AL AQSHA SEMAKIN MELUAS

Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 06.59 | | 0 komentar »

kispa.org - Al-Aqsa Foundation menyerukan agar umat Islam bersatu untuk menghentikan penggalian di bawah komplek masjid Al-Aqsha yang dilakukan oleh Yahudi Israel, sembari mengatakan bahwa mereka telah menerima foto-foto terbaru yang menunjukkan pendudukan zionis Israel telah mempercepat dan semakin mengembangkan penggalian mereka dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada hari Kamis kemarin (21/10), Al-Aqsa Foundation menegaskan bahwa penggalian di bawah kompleks Al-Aqsha merupakan ancaman serius bagi kelangsungan Masjid Al-Aqsha.

Al-Aqsa Foundation telah menerima dan memeriksa foto-foto yang menunjukkan semakin luas dan besarnya penggalian yang dilakukan oleh zionis Israel di bawah kompleks masjid Al-Aqsha dan sekitarnya yang berdekatan sepanjang ratusan meter.

Ditambahkan bahwa foto-foto yang terbaru yang diterima, menunjukkan bahwa ada jaringan terowongan dan penggalian yang dilakukan oleh pendudukan Israel di bawah laut berdekatan dengan masjid Al-Aqsha, dan kemungkina ada direncanakan untuk menghubungkan terowongan ini.

Al-Aqsa Foundation menjelaskan juga bahwa rencana penggalian tersebut mencakup pembangunan konstruksi baru yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan dalam ritual Talmud serta pusat militer.

Yayasan tersebut menyatakan juga bahwa dari informasi yang mereka dapat dari saksi-saksi mata penduduk lokal, pendudukan Israel bekerja siang dan malam dengan ratusan orang penggali dan pekerja, yang kebanyakan merupakan pekerja asing dari Asia timur yang sama sekali tidak memahami bahasa Ibrani.(fq/islamtodayeramuslim/fn)
Selengkapnya...

KONVOI BANTUAN GAGAL MASUK GAZA

Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 06.54 | | 0 komentar »

kispa.org - Konvoi kemanusiaan yang akan ke Gaza, termasuk diantaranya penumpang yang selamat dari insiden sebelumnya di armada Mavi Marmara, mereka gagal untuk masuk ke wilayah Gaza, ucap penyelenggara, Senin kemarin (18/10).

Konvoi Viva Palestina saat ini, sebagai konvoi terbesar untuk memecahkan embargo Gaza, yang telah melakukan perjalanan hampir 5.000 kilometer (3.000 mil) melalui jalan darat mulai dari Inggris. Sampai hari ini konvoi itu masih berada di pelabuhan Suriah Latakia untuk menuju Al-Arish, Mesir.

Awalnya konvoi itu dijadwalkan berangkat pada Minggu, konvoi ditunda akibat di menit-menit terakhir terjadi komplikasi atas persyaratan masuk oleh pemerintah Mesir, kata penyelenggara.

"Ini menimbulkan frustrasi bagi semua perserta akibat terjadinya penundaan lebih lanjut, yang menghentikan keberangkatan konvoi ke Gaza," ucap penyelenggara kepda pers. Tampaknya tidak mudah jalan perundingan antara penyelenggara dengan otoritas pemerintah Mesir."

Rombongan konvoi Viva Palestina telah bergabung dengan kapal dari Maroko, Aljazair, Yordania dan negara-negara Teluk Persia. Dua dari kapal tersebut dijadwalkan untuk melewati titik di mana pasukan Israel naik Marmara Mavi, Mei lalu.

Kapal utama dalam konvoi Palestina Viva, membawa 380 aktivis dari 42 negara, 147 kendaraan dan $ 5 juta bantuan medis, telah merapat di pelabuhan Suriah selama 12 hari terakhir. Tetapi belum diberi lampu hijau untuk berlayar ke Mesir setelah mediasi yang panjang dengan pihak berwenang Mesir dan Suriah.

Bantuan tidak akan sampai ke Gaza. Rencananya setalah tiba di pelabuhan Mesir, Senin, selanjutnya akan menumpuh jalan darat melalui perbatasan Rafah. "Kami ingin pergi ke Gaza secepat mungkin untuk mengantarkan barang dan untuk menunjukkan rakyat Gaza yang bahwa kita tidak meninggalkan mereka," kata pemimpin konvoi bantuan Kevin Ovenden.

Sebelumnya, Israel akibat desakan dan tekanan internasional mengumumkan, Juni lalu, bahwa Israel akan melonggarkan embargo atas Gaza, yang memungkinkan barang bahan bangunan mengalir dapat mengalr ke Gaza. (m/cnn/eramuslim/fn)
Selengkapnya...

Mengapa Harus Palestina?

Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 22.59 | , | 0 komentar »


….
“Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah di tanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad Palestlna

Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam clnta-Nya”

Merah Saga, itulah nasyid yang cukup familiar dikalangan aktifis dakwah, terutama di Rohis. Apakah cukup jika kita hanya sekedar tahu tentang nasyid yang menggema tentang Palestina ini? Ternyata sobat, masih jauh sekali. Mengapa sih kita harus membela-bela banget Palestina? Yang pasti bukan ikut-ikutan aja kan? Yuk kita telusuri secara ringkas di buletin ini.
Di mata seorang muslim, Palestina mendapatkan tempat yang khusus dan terhormat, karena beberapa alasan historis, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

Berikut kedudukan Palestina menurut Islam :
1. Palestina Bumi Penuh Berkah.
2. Palestinan Tanah Suci.
3. Palestina Bumi para Nabi.
4. Palestina Medan Pertarungan antara Haq dan Batil.
5. Keberadaban Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha di Palestina.
6. Malaikat Mengepakkan Sayapnya di Atas Bumi Palestina.
7. Palestina Bumi Makhsyar dan Mansyar.
8. Negeri Islam dan Negeri Iman di Saat Terjadi Fitnah
9. Penduduk Palestina Layaknya Mujahid Fii Sabilillah.
10. Di Palestina ada Thaifah Manshurah.
11. Negeri Tempat Tinggal Para Sahabat.
12. Bumi Jihad dan Pencari Syahid.
13. Kiblat pertama Umat Islam

Subhanalloh, begitu dahsyatnya kedudukan Palestina di kaca mata Islam. Pasti sobat Muslim sudah mengetahui ini kan? Lalu, bagaimana keadaannya sekarang? Setelah tragedi yang sangat menyedihkan pada Desember lalu, banyak kaum Muslimin di Palestina gugur sebagai syuhada. Anak-anak dan ibu-ibu tak lepas dari sasaran kekejaman Zionis Yahudi Laknatulloh. Banyak korban yang tidak bersalah menjadi incaran mereka. Masih ingatkah tentang bom Fosfor? Itu tuh, kalau terkena, kulit-kulit sampai meleleh, bahkan tulang juga bisa kena. Padahal dalam aturan Internasional, senjata seperti itu dilarang. Tapi kok Yahudi tetap menggunakan? Berarti dia sudah melanggar aturan Internasional. Dan melanggar banyak aturan-aturan kemanusiaan. Na’udzubillahimindzalik.

“Sesungguhnya Umat Islam itu bersaudara…”. Ketika saudara-saudara kita terluka, maka kita harus bergegas untuk membelanya. Jangan hanya diam melihat kekejian kaum Zionis.

Kabar hangat belakangan ini, Relawan dari berbagai Negara diserang oleh Zionis Yahudi. Memangnya Relawan mau berbuat apa? Menyerang Yahudi? Bukan, tapi mereka hanya sekedar Relawan, yang tidak mempunyai senjata untuk menyerang. Sungguh Biadab Zionis Laknatulloh…!
Selengkapnya...

KESAKSIAN 3 AKTIVIS FREEDOM FLOTILLA DARI INDONESIA

Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 22.53 | , | 0 komentar »

Apa yang terjadi di ketika Israel menyerang Kapal Mavi Marmara diungkapkan oleh 3 aktivis dari Indonesia yang tergabung dalam Kafilah Freedom Flotilla, Kafilah yang terdiri dari 50 lebih negara di dunia, termasuk Indonesia, bertujuan untuk mengirimkan bantuan dengan menembus blokade Israel yang dilakukan terhadap warga Gaza selama 4 tahun terakhir. Berikut wawancara oleh Asyari Usman, BBC, kepada 3 aktivis dari Indonesia.
Wisnu Pramudya dari Sahabat al-Aqsa menuturkan bahwa penyerbuan tersebut.
“Saat itu kami hampir menyelesaikan sholat subuh berjamaah yang dilakukan di buritan (bagian belakang) kapal pesiar Mavi Marmara,” ujar Wisnu yang dihubungan oleh Asyari Usman per telefon, Rabu malam.
“Orang-orang yang belum selesai sholat pun berhamburan, dan saya sendiri tidak konsentrasi lagi.”
Menurut Wisnu, para relawan spontan melemparkan apa saja yang mereka dapat ketika pasukan elit Israel mencoba menaiki kapal mereka. Begitu juga ketika mereka turun dengan tali dari helikopter, sebagian relawan merasa tentara Israel melakukan tindakan melawan hukum sehingga mereka melakukan perlawanan.
Walaupun terjadi perkelahian antara relawan dengan pasukan komando Israel, akhirnya kapal Mavi Marmara berhasil dikuasai setelah banyak korban berjatuhan, tewas atau luka-luka.
Wisnu mengatakan, tidak mungkin para relawan akan menimbulkan ancaman serius terhadap pasukan Israel karena perlawanan yang dilakukan hanya dengan senjata seadanya.

1,5 jam yang menegangkan

Wisnu menjelaskan, sejak pasukan Israel mendarat dari helikopter sampai mereka menguasai kapal Mavi Marmara hanya berlangsung sekitar 1,5 jam saja. “Satu setengah jam yang mengerikan, penuh dengan kebrutalan tentara Israel,” kata Wisnu.
“Kami relawan yang tidak membawa apa-apa dihadapkan pada pembajak yang bersenjata lengkap.
“Masing-masing mereka membawa pistol, senjata dengan peluru tajam, senapan mesin, dan sebagainya,” tambah Wisnu Pramudya.
Tindakan kekerasan yang dilakukan pasukan elit Israel itu, menurut Wisnu, menyebabkan banyak relawan yang luka-luka.
“Saya lihat sendiri orang yang luka-luka, ada yang di kepala, di tangan, ada yang tertembus peluru, dsb,” kata Wisnu.
Ditambahkannya, semua relawan –termasuk anggota-anggota parlemen dari berbagai negara– diborgol dan disuruh berjalan menuruni kapal sewaktu merapat di pelabuhan Ashdod.
Salah seorang relawan kemudian meminta tentara Israel agar berhenti menembak, dan mengatakan kepada seluruh penumpang kapal agar tidak melawan, kata mantan Pemred salah satu majalah terbitan Jakarta itu.
Isteri Wisnu, Santi Soekanto –putri penulis kawakan Soekanto– mengatakan dia sempat ditodong dengan senapan mesin ketika tentara Israel itu memerintahkan para wanita untuk duduk di tempat tetapi masih melihat Santi melakukan gerakan.

Misi kemanusiaan

Sementara itu, Ferrry Noor dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) menegaskan bahwa misi armada yang dipimpin Mavi Marmara murni untuk tujuan kemanusiaan.
Dia membantah tuduhan yang diungkapkan berulangkali oleh Israel bahwa armada itu bermaksud untuk melakukan konfrontasi.
“Kita sudah berkomiten di Istanbul dan membuat pernyataan yang ditandatangai bahwa kita murni misi kemanusiaan dan kita tidak membawa senjata,” kata Ferry.
Selengkapnya...

BERJUTA LARIK PUISI

Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 17.27 | , | 0 komentar »


Berjuta larik puisi pulang ke rumah sunyi
Mereka tak sanggup bercerita tentang para pengungsi

Di mana mesti diletakkan tanpa perasaan sangsi

Tubuh Palestina yang ditopang gemetar sepasang kaki

Ketika terpandang oleh mereka awan jingga senja

Seolah isyarat untuk terus terjaga

Ketika terdengar oleh mereka derap langkah tentara

Tiba waktunya untuk tak sekadar berjaga
Jalan yang mereka tempuh tak memiliki udara

Gua panjang penderitaan setia mengelilingi
Udara yang mereka hirup adalah jalan perang

Lukisan kepedihan dipahat pada ruh yang pergi
Luka terlampau nyeri karena nyaris tak terpahami
Darah terlampau merah karena tak ingin menyerah

Hidup begitu gugup berpetak-umpet dengan maut

Mati tak lagi ditakuti seperti janji yang harus ditepati

Akhirnya berjuta larik puisi kembali ke rumah sunyi
Mereka ingin tinggal di sudut rak perpustakaan

Untuk sekali waktu menjadi alamat ziarah

Tempat berhimpun para syuhada yang tak pernah
sungguh-sungguh mati



Puisi Perjuangan Palestina
Karya : Habiburrahman Saerozi
Selengkapnya...

Palestina

Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 07.26 | | 0 komentar »

Sebuah negeri di kawasan Timur Tengah yang mengandung arti negeri orang-orang Filistin. Dalam Alkitab (Injil), Palestina disebut juga tanah Israel, tanah Tuhan, tanah suci dan tanah bangsa Ibrani. Negeri ini mempunyai sejarah yang panjang bagi agama-agama Yahudi, Kristen dan Islam.

Batas-batas sekarang: di barat Laut Tengah, di timur Selat Yordan dan Laut Mati, di utara Gunung Herman pada perbatasan Suriah-Libanon dan di selatan Semenanjung Sinai. Letaknya di antara Mesir dan Asia Barat Daya menjadikannya pusat sengketa berbagai bangsa.

Di dalamnya terdapat kota Yerusalem dengan segala sebutan, yakni Ursalem, Yepus, Kota Daud, Yudes, Ary'il, Aelia Capitolina (pada masa ini timbul sebutan Palestina untuk kawasan kota ini dan berbagai kota di sekitarnya), Baitul Maqdis (Bait al-Maqdis) atau al- Quds asy-Syariif (suci dan mulia) dan sekarang pemerintah Israel menyebutnya Ursalem al-Quds (Yerusalem yang suci).

Kesucian kota ini bagi ketiga agama di atas turut menambah ketegangan antar (berbagai) bangsa. Palestina disebut juga negeri Kan'an. Sejak lebih dari 4000 tahun, orang-orang Kan'an telah hidup di Palestina. Mereka telah membangun kota-kota dan istana-istana. Tempat-tempat peribadatan yang dihiasi dengan berhala-berhala didirikan untuk menyembah alam, terutama Tuhan badai yang menciptakan manusia.

Rumah-rumah mereka juga dibangun dengan bentuk yang indah dan unik. Negeri ini kemudian menjadi tempat turunnya sebagian nabi Allah SWT yang menyerukan umat manusia untuk mengesakan-Nya. Diantara mereka adalah Ibrahim AS (nabi). Ia pernah berada di Mekkah dan meninggalkan puteranya, Ismail, yang menjadi bapak bagi sejumlah besar suku bangsa Arab. Sementara itu ia juga mempunyai putera, Ishaq, yang tinggal di tanah Palestina. Ishaq mempunyai putera bernama Yakub yang juga disebut dengan nama Israil.

Yakub diberkati banyak anak, antara lain Lawe (berketurunan Musa, Harun, Ilyas dan Ilyasa), Yahuza (berketurunan Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya dan Isa), Yusuf dan Benyamin (berketurunan Yunus). Ketika negeri Kan'an dilanda kelaparan, Israil membawa anak-anaknya ke Mesir. Ketika itu Yusuf telah menjadi penguasa Mesir. Dengan demikian terbentuklah Bani Israil di Mesir. Di masa Firaun mereka ditindas. Maka atas perintah Allah SWT, Musa membawa mereka untuk memasuki tanah suci (al-ard al-muqaddasah) Palestina.

Di negeri inilah Musa menerima ajaran-ajaran Allah SWT untuk dijadikan pedoman bagi umatnya. Kitab Taurat, nama kitab yang memuat ajaran-ajaran tersebut, kemudian menjadi pegangan bagi Bani Israil (disebut juga bangsa Yahudi dan bahasanya Ibrani). Sekitar abad ke-13 atau ke-14 SM. suku-suku Ibrani di bawah pimpinan Yusak berhasil menguasai beberapa bagian kawasan Palestina. Ketika itu suku-suku Kan'an-Semitik yang berasal dari Semenanjung Arabia telah menghuni kawasan tersebut. Bangsa Yahudi mencapai kejayaannya di masa Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS.

Akan tetapi keberadaan Yahudi segera terpecah ke dalam dua pemerintahan: Israil dan Yahuza. Mulai abad ke-7 SM, pemerintahan mereka berturut-turut mendapat serangan dari Persia (Iran), Macedonia, Assyria (kota kuno di sekitar Mesopotamia, sekarang Irak) dan Babylonia (bagian selatan Mesopotamia). Pada tahun 64 SM. pemerintahan Romawi menguasai Yerusalem (al-Quds), kemudian melebarkan sayapnya ke seluruh kawasan Palestina yang ketika itu dihuni oleh bangsa-bangsa Yahudi, Adomia, Etoria, Ammania, dan Arab.

Dalam pada itu Taurat pun mengalami penyelewengan dari aslinya dengan munculnya Talmud, kitab pedoman umat Yahudi yang baru. Kedatangan Isa AS dengan membawa ajaran-ajaran Allah SWT yang terhimpun dalam kitab Injil segera mendapat tantangan dari umat Yahudi. Meskipun demikian, agama Isa yang kemudian dikenal dengan Nasrani atau Kristen.

sumber: pesantrenonline.com
Selengkapnya...

Jika tidak bisa dikatakan gawat, maka Al-Aqsa sekarang berada dalam situasi yang membara.

Hamas telah menyerukan kepada negara-negara Arab dan kaum muslim untuk menekan Israel menghentikan serangan ke Masjid Al-Aqsa sekaligus mengakhiri pendudukan tempat-tempat suci.

Skenario Israel saat ini adalah Yahudi menduduki seluruh kota Yerusalem dan Al-Quds serta menghancurkan Masjid Al-Aqsa, begitu Fawzi Barhoum, Jurubicara Hamas mengatakan hari Minggu kemarin.

Barhoum menambahkan bahwa Israel memulai plot lama ini ketika mengintensifkan kegiatan pemukiman, mengungsikan rakyat Palestina, menghancurkan rumah mereka, membatalkan kartu identitas mereka, meningkatkan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa, dan menyebutkan nama-nama jalananYahudi jalanan di kota suci .

Baru-baru ini serangan-serangan Israel Quds dilakukan sebagai tujuan dari perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk meyahudikan seluruh Palestina sekarang.

Hamas mengatakan bahwa bangsa Arab yang diam, serta plintat-plintutnya Otoritas Palestina telah mendorong Israel meningkatkan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa.

Pada hari Minggu, sedikitnya 17 warga Palestina luka-luka dan tujuh lainnya ditahan dalam konfrontasi sengit antara rakyat Palestina yang hanya menggunakan batu, sepatu, dan tangan kosong dengan pasukan Israel bersenjata lengkap, di dalam dan sekitar Masjid Al-Aqsa.

Kaum Muslim seharusnya percaya bahwa seringnya serangan-serangan Israel di Masjid Al-Aqsa merupakan bagian dari kampanye yang menargetkan yahudisasi kota suci Yerusalem Al-Quds.




Sinagog Hurva Di Masjid Al Aqsa Adalah Perang Dari Yahudi

Sinagog bernama Hurva itu memang telah berdiri di Masjid Al-Aqsa. Letaknya hanya sekitar 400 meter meter dari Masjid Al-Aqsa. Ini adalah sesuatu yang sudah sangat di luar batas.

Sementara berbagai media internasional menurunkan berita perihal kecaman Amerika terhadap Israel terhadap rencana pemukiman Yahudi di Yerusalem, seolah-olah Amerika berseberangan dengan Israel, namun tidak satupun (atau hampir tidak ada) yang membahas berdirinya sinagog Hurva ini.

Dalam beberapa hari belakangan ini, ratusan orang Palestina terus melakukan perlawanan dengan hanya bersenjatakan batu, dan dibalas dengan senjata api oleh tentara Israel.

Bentrokan ini akhirnya mengapungkan wacana dilakukannya intifadhah ketiga. Tapi di balik itu, ada juga rasa skeptis itu akan terjadi. Pasalnya, peristiwa Gaza tahun kemarin yang benar-benar kejam luar biasa saja, rakyat Palestina susah untuk melakukan perlawanan massal, apalagi di tengah krisis yang sedang berlangsung,

Hamas menyebutkan bahwa pekerjaan restorasi di sinagoga Hurva membahayakan keberadaan Masjid Al-Aqsa. Namun Israel membantah keras tuduhan ini.

Sementara beberapa anggota parlemen Arab memperingatkan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahwa tindakan Israel di Yerusalem dapat memicu gelombang baru kekerasan.
Selengkapnya...


HEBRON--Sejumlah prajurit Israel membunuh seorang Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, Jumat, ketika ia berusaha menikam mereka, kata seorang jurubicara militer. Pria itu, yang diidentifikasi penduduk setempat sebagai Fayez Faraj (41), cedera dalam penembakan di Hebron dan dibawa ke sebuah rumah sakit Israel, namun ia kemudian tewas.

Sejumlah warga mengatakan bahwa Faraj, ayah dari 10 anak, bekerja di sebuah pabrik sepatu. Tayangan televisi menunjukkan sebilah pisau pemotong kecil berwarna kuning di samping mayatnya. Hebron, sebuah kota luas Palestina dimana ratusan orang Yahudi tinggal bersama satu garnisun militer Israel yang melindungi mereka, seringkali dilanda kekerasan.

Insiden-insiden semacam itu mereda ketika Presiden Palestina Mahmoud Abbas berusaha menegakkan aturan hukum dan ketertiban serta menghidupkan ekonomi di Tepi Barat yang mendapat dukungan AS. "Pasukan menembak dan melukai penyerang setelah ia berusaha menikam seorang prajurit namun ia tewas dalam ambulan yang membawanya ke rumah sakit," kata seorang jurubicara militer.

Rabu, seorang polisi Palestina menikam tewas seorang prajurit Israel di Tepi Barat bagian utara, dalam insiden yang merupakan serangan fatal pertama terhadap Israel tahun ini dalam konflik Timur Tengah.

Militer Israel mengatakan, prajurit yang tewas Rabu itu adalah Ihab Chattib, seorang bintara karir yang berasal dari sebuah kota berpenduduk mayoritas Druse Arab di Israel utara. Israel mengecam serangan itu dan menyatakan akan berusaha membawa siapa pun yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad juga mengecam serangan Rabu itu dengan mengatakan, "Serangan itu bertentangan dengan kepentingan nasional Palestina dan upaya serta komitmen Pemerintah Palestina." Ada kekhawatiran di Israel mengenai keamanan dan keefektifan pasukan Palestina yang dididik AS di Tepi Barat, dimana Abbas memiliki mandat terbatas sejak kehilangan kendali atas Jalur Gaza.

Palestina kini menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas. Perpecahan itu terjadi setelah kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 sesudah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.

Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris. Hamas hingga kini masih terlibat dalam konflik dengan Israel, yang menarik diri dari wilayah pesisir itu pada 2005 namun tetap memblokadenya. Perang di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008.

Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tigabelas warga Israel tewas selama perang itu.

Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik tersebut, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel.




Selengkapnya...

Mengapa Harus Membela Palestina?

Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 18.31 | , | 0 komentar »

Di tengah gempuran dan kebiadaban Zionis Israel terhadap rakyat Palestina yang berada di Jalur Gaza, dunia membincangkan Palestina, publik membicarakan Hamas dan para pejuang Palestina, semua bersimpaati dan peduli.

Di mata seorang muslim, Palestina mendapatkan tempat yang khusus dan terhormat, karena beberapa alasan historis, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

Berikut kedudukan Palestina yang merupakan negeri Syam dalam uraian nash-nash dalam Islam:

1. Palestina Bumi Penuh Berkah.

Allah swt. berfirman dalam banyak ayat suci Al Qur’an:

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” Al Isra’:1

“Dan (telah kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha mengetahui segala sesuatu.” Al Anbiya’:81

“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan aman.” Saba’:18

Para ahil tafsir menerangkan yang dimaksud keberkahan pada ayat-ayat ini mencakup dua hal, hissiyah –bisa diraba-, seperti kesuburan tanahnya, airnya, tanaman dan buah-buahannya. Juga secara maknawiyah karena banyaknya para Nabi yang diutus di sana dan Malaikat mengepakkan sayapnya di atas bumi Palestina (Syam).

2. Palestinan Tanah Suci.

Allah swt. menceritakan nabiyullah Musa as. Dalam surat Al Ma’idah:21

“Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), Maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.”

Az Zujaj menafsirkan “tanah suci”s karena terhindar dari syirik dan sekaligus bumi para nabi dan umat mukmin.

3. Palestina Bumi para Nabi.

Dalam banyak ayat Al Qur’an dan hadits Nabi dijelaskan bahwa di Palestina banyak para nabi yang diutus, hidup dan berdiam diri di sana. Mereka adalah Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Luth, Daud, Sulaiman, Sholeh, Zakaria, Yahya, Isa, Yusya’ alaihimussalam.

4. Palestina Medan Pertarungan antara Haq dan Batil.

Karena itu, setiap muslim ketika membaca Al Qur’an hendaknya merasakan keterikatan yang dekat dengan bumi ini, itu karena medan perseteruan nyata antara kebenaran dan kebatilan terpusatkan di bumi ini, dan hendaknya mereka menyakini bahwa mereka sedang menerima estafet warisan para nabi, dan sekaligus dituntut untuk meninggikan panji perjuangan para Nabi.

5. Keberadaban Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha di Palestina.

Masjidil Aqsha tempat isra’ Rasulullah saw. dan akhirnya dimi’rajkan ke sidratul muntaha. Dalam peristiwa ini dan di masjid ini Allah swt. mengumpulkan para nabi sebelum-sebelumnya dan Rasulullah saw. mengimami mereka dalam shalat. Ini menunjukkan bahwa beliau adalah imam agung, sekaligus perpindahan kepemimpinan, dan pengusung panji risalah sejati adalah umat Islam. (Ibnu Katsir dalam mukhtasar hal. 751.)

Baitul Maqdis adalah Kiblat pertama umat muslim. Sebelum shalat menghadap ke Ka’bah, Baitullah, Rasulullah saw. dan para sahabatnya shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas bulan, dalam riwayat yang lain selama tujuh belas bulan.

Masjid Al Aqsha merupakan bagian dari tiga masjid yang sangat dianjurkan untuk dikunjungi, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

6. Malaikat Mengepakkan Sayapnya di Atas Bumi Palestina.

Disebutkan dalam hadits sahih dari Zaid bin Tsabit berkata, saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Keberuntungan bagi tanah Syam. Para sahabat bertanya, “Kenapa demikian?” Beliau menjawab: “Itulah Malaikat-Malaikat Allah mengepakkan sayapnya di atas bumi Syam.” Majma’ Az Zawaid jilid 10 hal. 60.

7. Palestina Bumi Makhsyar dan Mansyar.

Diriwayatkan dari Imam Ahmad dalam sanadnya dari Maimunah binti Sa’d, ia bertanya kepada Nabi saw. “Wahai Nabiyullah, berilah kami fatwa terkait dengan Baitul Maqdis.” Beliau menjawab: “Bumi tempat dikumpulkannya manusia –mahsyar- dan tempat dibangkitkannya manusia setelah mati –mansyar-.” Sunan Ibnu Majah, Jilid 1, hal. 452.

8. Negeri Islam dan Negeri Iman di Saat Terjadi Fitnah

Dari Salamah bin Nufail ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Negeri Islam adalah Syam.” Thabrani. Majma’ Zawaid, Jilid 1, hal. 253.

9. Penduduk Palestina Layaknya Mujahid Fii Sabilillah.

Dari Abu Darda’ ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Penduduk Syam, istri-istri mereka, keturunan mereka, budak laki-laki dan perempuan mereka, sampai penjuru wilayah ini laksana siap siaga fi sabilillah. Barangsiapa yang membela dari penjarahan tanahnya, ia fi sabilillah, dan barangsiapa membela dari perampasan kotanya, ia fi sabilillah.” Ath Thabrani, jilid 10, hal. 60.

10. Di Palestina ada Thaifah Manshurah.

Dari Abu Umamah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Akan ada terus satu kelompok dari umatku yang memperjuangkan kebenaran melawan musuh-musuh mereka dengan tegar sampai Allah mendatangkan kemenangan kepada mereka.” Ditanyakan kepada Rasulullah, “Dimana mereka Ya Rasulullah? Beliau menjawab: “Mereka di Baitul Maqdis dan sekitarnya.” Imam Ahmad. Jilid 5, hal. 269.

Di bumi Palestina yang penuh berkah dan suci ini terjadi banyak pertempuran dalam sepanjang sejarah Islam, seperti Perang Ajnadin, Fahl Bisan, Yarmuk, Hiththin, ‘Ain Jalut.

11. Negeri Tempat Tinggal Para Sahabat.

Di atas bumi Palestina para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum berjihad, di antara mereka banyak yang menajdi syuhada dalam pertempuran meraih pembebasan Al Aqsha, seperti di masa Khalifah Umar ra. Di Palestina beribu ulama terkenal dalam berbagai disiplin ilmu hidup berdomisili di sana.

12. Bumi Jihad dan Pencari Syahid.

Beribu syuhada telah membasahi bumi Palestina dengan darah segarnya. Beribu mujahid telah mempersembahkan nyawanya membela kehormatan bumi para Nabi. Semenjak dari para sahabat Nabi sampai sekarang dan sampai hari kiamat nanti. “Allahumma amitnaa ‘alasy syahaadati fii sabiilik.” Amin Yaa Rabb. Allahu a’lam
Selengkapnya...

Yayasan Solidaritas Internasional untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Pendudukan mencatat adanya 66 pelanggaran yang dilakukan oleh Israel terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen selama setahun terakhir. Demikian seperti diberitakan situs qudspress, Senin (4/1).

Laporan itu menyebutkan bahwa prosentasi pelanggaran terhadap Kota Al-Quds (Yerusalem) dari pelanggaran-pelanggaran tersebut adalah 47 kali pelanggaran atau 71%. Penjajah Israel juga tercatat telah menghancurkan dan membidik secara sengaja terhadap puluhan tempat ibadah dan masjid selama agresi mereka baru-baru ini terhadap Jalur Gaza.

Yayasan Solidaritas Internasional dalam laporannya yang diterbitkan pada Ahad (3/1) malam itu menegaskan, pelanggaran-pelanggaran itu secara sangat kasat mata melabrak beberapa konvensi internasional, undang-undang internasional, konvensi Den Haag dan Jenewa, yang menuntut tidak bolehnya melakukan pelanggaran terhadap tempat-tempat suci dari berbagai bangsa, serta menjaga peninggalan sejarah dan kondisi budaya di negara manapun.

Laporan ini mengatakan bahwa Israel yang terus-menerus dalam kebijakan pemaksaannya terhadap tempat-tempat suci dan tempat-tempat ibadah dan Kristen, itu bertentangan dengan hak asasi manusia yang paling mendasar dan paling mencolok terhadap pelanggaran hak-hak Islam dan kesucian Kristen di Palestina.
Selengkapnya...

Pakar masalah air Palestina menekankan bahwa tembok baja/dinding pemisah yang dibangun oleh Mesir akan mengancam cadangan air bawah tanah yang ada di Jalur Gaza, dan ia juga memperingatkan dengan adanya tembok baja yang dibangun Mesir akan semakin memblokade Gaza secara ekonomi dan mengurangi pasokan air di Gaza.

Nizar Wahidi seorang insinyur dan merupakan pakar air - yakin bahwa tembok pemisah dari baja yang dibangun Mesir lebih seperti dinding baja yang akan menahan air yang ada di bawah tanah, seperti yang dilakukan zionis di perbatasan Gaza timur dan utara dengan menggali tanah dan menahan laju air bawah tanah mengalir ke wilayah Gaza sehingga merusak reservasi air.

"Tembok baja yang dibangun Mesir merupakan salah satu hambatan buatan yang akan mengancam kesinambungan lingkungan yang serius sehingga berdampak pada pergerakan air, terutama ketika bor mencapai kedalaman 30 meter."

"Reservasi air bawah tanah juga akan rentan terhadap masuknya air laut secara langsung."

Dia mengatakan : "Proyek-proyek yang dilakukan dengan cara seperti ini akan berdampak negatif yang signifikan dan sangat tidak dianjurkan, selain itu akan memaksa warga Palestina untuk melakukan pengeboran tanah untuk mendapatkan air lebih dalam, dan hal ini tidak mungkin dilakukan di sebagian besar wilayah Gaza."

Wahidi menunjukkan bahwa pembangunan seperti dinding pembatas akan mempengaruhi kualitas air tanah dalam jangka menengah dan panjang.

"Pencemaran akan terjadi karena air tanah akan mudah terkontaminasi akibat dari gangguan rusaknya tanah dan terjadinya kohesi, selain kemungkinan terjadinya erosi dinding tanah, terutama karena berada di lingkungan yang lembab yang memungkinkan transmisi elemen yang terdiri dari dinding yang masuk ke dalam air tanah dan mengkontaminasi air " .

"Kami para ahli air dan lingkungan Palestina dan juga di negara tetangga seperti di Mesir akan mencoba untuk campur tangan melindungi cadangan air di Jalur Gaza dari kerusakan akibat dari pembangunan tembok baja di sepanjang perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza."

Dia melanjutkan: "Tembok pemisah yang dibangun Mesir tidak hanya akan mencegah pasokan makanan, bahan bakar dan komoditas penting bagi kehidupan rakyat Palestina tapi lebih dari itu akan merusak dan mengurangi kualitas air bagi rakyat Gaza."
Selengkapnya...

Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.

Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.

Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.

Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung? Sementara ada sebagian orang Arab yang akan berencana membeli seorang penyerang sepakbola asal Spanyol bernama Fernando Torres dengan tawaran yang—ehm, bisa mengurut dada—Rp 2,2 trilyun!
Selengkapnya...

Lembaga Wakaf dan Warisan Masjid Al-Aqsha mengabarkan (14/12) bahwa pemerintah pendudukan Israel terus meningkatkan operasi pengeboran bagian bawah kota yang diduduki oleh Yahudi untuk pembentukan pemukiman.

Dalam keterangannya, Lembaga Wakaf dan Warisan Masjid Al-Aqsha menyatakan,"Sesungguhnya penggalian dan pendirian bangunan serta kebijakan pembuatan terowongan dimaksudkan untuk mengisolasi Masjid Al-Aqsha dan melingkarinya dengan penggalian terowongan-terowongan"

"Puluhan pekerja melakukan penggalian dari pagi hingga Maghrib di daerah bagian atas Wadi Hulwah, sebuah kawasan di kota Silwan” jelas Lembaga Wakaf.

Lembaga ini juga menambahkan, hampir semua lini yang ada di sekitar masjid Al-Aqsha sudah dikelilingi oleh dinding-dinding dan lembaran besi panjang, ditutupi dengan beberapa daerah pengeboran plastik, menunjukkan penggalian yang dilakukan atas perintah Yahudi yang berada di kota Silwan.

Lembaga tersebut kembali memperjelas bahwa penggalian tersebut hanya beberapa puluh meter dari Masjid Al-Aqsha, dan semakin hari akan semakin di tingkatkan penggalianya hingga mencapai kedalaman 10 meter, sampai ke area Masjid Al-Aqsha.
Selengkapnya...