
….
“Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah di tanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad Palestlna
Perjuangan telah kau bayar dengan jiwa
Syahid dalam clnta-Nya”
Merah Saga, itulah nasyid yang cukup familiar dikalangan aktifis dakwah, terutama di Rohis. Apakah cukup jika kita hanya sekedar tahu tentang nasyid yang menggema tentang Palestina ini? Ternyata sobat, masih jauh sekali. Mengapa sih kita harus membela-bela banget Palestina? Yang pasti bukan ikut-ikutan aja kan? Yuk kita telusuri secara ringkas di buletin ini.
Di mata seorang muslim, Palestina mendapatkan tempat yang khusus dan terhormat, karena beberapa alasan historis, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.
Berikut kedudukan Palestina menurut Islam :
1. Palestina Bumi Penuh Berkah.
2. Palestinan Tanah Suci.
3. Palestina Bumi para Nabi.
4. Palestina Medan Pertarungan antara Haq dan Batil.
5. Keberadaban Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha di Palestina.
6. Malaikat Mengepakkan Sayapnya di Atas Bumi Palestina.
7. Palestina Bumi Makhsyar dan Mansyar.
8. Negeri Islam dan Negeri Iman di Saat Terjadi Fitnah
9. Penduduk Palestina Layaknya Mujahid Fii Sabilillah.
10. Di Palestina ada Thaifah Manshurah.
11. Negeri Tempat Tinggal Para Sahabat.
12. Bumi Jihad dan Pencari Syahid.
13. Kiblat pertama Umat Islam
Subhanalloh, begitu dahsyatnya kedudukan Palestina di kaca mata Islam. Pasti sobat Muslim sudah mengetahui ini kan? Lalu, bagaimana keadaannya sekarang? Setelah tragedi yang sangat menyedihkan pada Desember lalu, banyak kaum Muslimin di Palestina gugur sebagai syuhada. Anak-anak dan ibu-ibu tak lepas dari sasaran kekejaman Zionis Yahudi Laknatulloh. Banyak korban yang tidak bersalah menjadi incaran mereka. Masih ingatkah tentang bom Fosfor? Itu tuh, kalau terkena, kulit-kulit sampai meleleh, bahkan tulang juga bisa kena. Padahal dalam aturan Internasional, senjata seperti itu dilarang. Tapi kok Yahudi tetap menggunakan? Berarti dia sudah melanggar aturan Internasional. Dan melanggar banyak aturan-aturan kemanusiaan. Na’udzubillahimindzalik.
“Sesungguhnya Umat Islam itu bersaudara…”. Ketika saudara-saudara kita terluka, maka kita harus bergegas untuk membelanya. Jangan hanya diam melihat kekejian kaum Zionis.
Kabar hangat belakangan ini, Relawan dari berbagai Negara diserang oleh Zionis Yahudi. Memangnya Relawan mau berbuat apa? Menyerang Yahudi? Bukan, tapi mereka hanya sekedar Relawan, yang tidak mempunyai senjata untuk menyerang. Sungguh Biadab Zionis Laknatulloh…!
Selengkapnya...
Mengapa Harus Palestina?
Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 22.59 | buletin, palestina | 0 komentar »KESAKSIAN 3 AKTIVIS FREEDOM FLOTILLA DARI INDONESIA
Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 22.53 | buletin, palestina | 0 komentar »
Apa yang terjadi di ketika Israel menyerang Kapal Mavi Marmara diungkapkan oleh 3 aktivis dari Indonesia yang tergabung dalam Kafilah Freedom Flotilla, Kafilah yang terdiri dari 50 lebih negara di dunia, termasuk Indonesia, bertujuan untuk mengirimkan bantuan dengan menembus blokade Israel yang dilakukan terhadap warga Gaza selama 4 tahun terakhir. Berikut wawancara oleh Asyari Usman, BBC, kepada 3 aktivis dari Indonesia.
Wisnu Pramudya dari Sahabat al-Aqsa menuturkan bahwa penyerbuan tersebut.
“Saat itu kami hampir menyelesaikan sholat subuh berjamaah yang dilakukan di buritan (bagian belakang) kapal pesiar Mavi Marmara,” ujar Wisnu yang dihubungan oleh Asyari Usman per telefon, Rabu malam.
“Orang-orang yang belum selesai sholat pun berhamburan, dan saya sendiri tidak konsentrasi lagi.”
Menurut Wisnu, para relawan spontan melemparkan apa saja yang mereka dapat ketika pasukan elit Israel mencoba menaiki kapal mereka. Begitu juga ketika mereka turun dengan tali dari helikopter, sebagian relawan merasa tentara Israel melakukan tindakan melawan hukum sehingga mereka melakukan perlawanan.
Walaupun terjadi perkelahian antara relawan dengan pasukan komando Israel, akhirnya kapal Mavi Marmara berhasil dikuasai setelah banyak korban berjatuhan, tewas atau luka-luka.
Wisnu mengatakan, tidak mungkin para relawan akan menimbulkan ancaman serius terhadap pasukan Israel karena perlawanan yang dilakukan hanya dengan senjata seadanya.
1,5 jam yang menegangkan
“Kami relawan yang tidak membawa apa-apa dihadapkan pada pembajak yang bersenjata lengkap.
“Masing-masing mereka membawa pistol, senjata dengan peluru tajam, senapan mesin, dan sebagainya,” tambah Wisnu Pramudya.
Tindakan kekerasan yang dilakukan pasukan elit Israel itu, menurut Wisnu, menyebabkan banyak relawan yang luka-luka.
“Saya lihat sendiri orang yang luka-luka, ada yang di kepala, di tangan, ada yang tertembus peluru, dsb,” kata Wisnu.
Ditambahkannya, semua relawan –termasuk anggota-anggota parlemen dari berbagai negara– diborgol dan disuruh berjalan menuruni kapal sewaktu merapat di pelabuhan Ashdod.
Salah seorang relawan kemudian meminta tentara Israel agar berhenti menembak, dan mengatakan kepada seluruh penumpang kapal agar tidak melawan, kata mantan Pemred salah satu majalah terbitan Jakarta itu.
Isteri Wisnu, Santi Soekanto –putri penulis kawakan Soekanto– mengatakan dia sempat ditodong dengan senapan mesin ketika tentara Israel itu memerintahkan para wanita untuk duduk di tempat tetapi masih melihat Santi melakukan gerakan.
Misi kemanusiaan
Dia membantah tuduhan yang diungkapkan berulangkali oleh Israel bahwa armada itu bermaksud untuk melakukan konfrontasi.
“Kita sudah berkomiten di Istanbul dan membuat pernyataan yang ditandatangai bahwa kita murni misi kemanusiaan dan kita tidak membawa senjata,” kata Ferry. Selengkapnya...
ANTARA SABAR DAN MENGELUH
Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 17.36 | buletin | 0 komentar »
Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.
"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."
Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."
Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?"
Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"
Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"
Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."
Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"
Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."
Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,: " Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."
Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,: " Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."
Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)
Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.
Selengkapnya...
BERJUTA LARIK PUISI
Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 17.27 | buletin, palestina | 0 komentar »Mereka tak sanggup bercerita tentang para pengungsi
Di mana mesti diletakkan tanpa perasaan sangsi
Tubuh Palestina yang ditopang gemetar sepasang kaki
Ketika terpandang oleh mereka awan jingga senja
Seolah isyarat untuk terus terjaga
Ketika terdengar oleh mereka derap langkah tentara
Tiba waktunya untuk tak sekadar berjaga
Jalan yang mereka tempuh tak memiliki udara
Gua panjang penderitaan setia mengelilingi
Udara yang mereka hirup adalah jalan perang
Lukisan kepedihan dipahat pada ruh yang pergi
Luka terlampau nyeri karena nyaris tak terpahami
Darah terlampau merah karena tak ingin menyerah
Hidup begitu gugup berpetak-umpet dengan maut
Mati tak lagi ditakuti seperti janji yang harus ditepati
Akhirnya berjuta larik puisi kembali ke rumah sunyi
Mereka ingin tinggal di sudut rak perpustakaan
Untuk sekali waktu menjadi alamat ziarah
Tempat berhimpun para syuhada yang tak pernah sungguh-sungguh mati
Karya : Habiburrahman Saerozi
Antara Ukhuwah dan Pacaran
Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 17.22 | artikel, buletin | 0 komentar »
Maksud hati ingin ukhuwah dengan lawan jenis, tapi malah terjebak dalam pacaran. Tadinya pengen menjalin ukhuwah islamiyah, tapi apa daya kecemplung jadi demenan. He..he.. jangan heran atuh, sebab hubungan dengan lawan jenis itu rentan banget disusupi oleh perasaan-perasaan lain yang getarannya lebih dahsyat. Apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin tambah menggigil karena vibrasinya kuat banget (apa hubungannya?)
Sobat muda muslim, sesama aktivis masjid atau organisasi kerohanian di sekolah dan kampus, selalu saja muncul hal-hal tak terduga. Cinta lokasi kerap mewarnai per¬jalanan hidup mereka. Iya dong, aktivis juga kan manusia. Wajar banget dong untuk merasakan hal-hal seperti itu. Apalagi mereka sama-sama sering bertemu. Bukankah pepatah Jawa mengatakan, witing tresno jalaran soko kulino sering jadi rujukan untuk menggambarkan perasaan itu? Ati-ati!
Hmm… rasa cinta itu muncul karena seringnya bersama atau bertemu, begitu maksudnya? Yup, kamu cukup cerdas dalam masalah ini. Iya, jadi jangan kaget or heran kalo sesama aktivis pengajian muncul perasaan itu. Apalagi di antara mereka udah saling mengetahui kebiasaan masing-masing. Dijamin perasaan ‘ser-seran’ keduanya dijembatani oleh seringnya komunikasi dan frekuensi pertemuan. Udah deh, panah-panah asmara mulai dilepaskan dari busur masing-masing dalam nuraninya. Duh gusti, itu artinya sang panah asmara siap menembus hati masing-masing. Siap memekarkan bunga-bunga di taman hati mereka. Seterusnya, jatuh hati dan saling memendam rindu. Uhuy!
Jadi, kalo nggak kuat-kuat amat imannya, kamu bakalan melakoni aktivitas pacaran sebagaimana layaknya dilakukan oleh mereka yang masih awam sama ajaran agama. Nggak terasa, di antara kamu mulai berani janjian untuk ketemu di masjid. Walau mungkin masih malu-malu. Tapi jangan salah lho, jika nafsu udah jadi panglima, akal sehat kamu pasti keroconya. Kamu lalu deklarasi, “akal sehat saatnya minggir!”. Waduh, gimana jadinya kalo sesama aktivis malah terjebak dalam perasaan-perasaan seperti ini?
Sobat muda muslim, memang ukhuwah itu tidak dibatasi cuma kepada satu jenis manusia aja, tapi kepada dua jenis sekaligus, yakni laki dan wanita. Bahkan ukhuwah islamiyah berdimensi sangat luas, yakni nggak dibatasi oleh waktu dan tempat. Kapan pun dan di mana mereka berada, asal mereka adalah muslim, itu saudara kita. Hanya saja, untuk ukhuwah dengan lawan jenis, memang ada aturan mainnya sendiri, sobat. Nggak sembarangan, atau nggak sebebas dalam bergaulnya seperti kepada teman satu jenis. Itu sebabnya, kita bahas masalah ini di buletin kesayangan kamu ini. Betul? Loading…
Selengkapnya...




