Marhaban Ya Ramadhan, Welcome Ramadhan

Diposting oleh KAPMI Daerah Jakarta Selatan | 07.43 | | 0 komentar »

"Ya Allah berikan kepada kami barakah pada bulan Rajab, Sya'ban dan berikanlah kami kesempatan untuk berjumpa kembali dengan RamadhanMu yang suci...kabulkanlah ya Allah..."

Ungkapan di atas merupakan untaian do'a yang dilantunkan oleh para shahabat enam bulan sebelum orang-orang yang di cintai Allah tersebut bertemu dengan bulan Ramadhan. Bisa kita bayangkan betapa berharga dan istimewanya Ramadhan bagi mereka sehingga kedatangannya sangat dinanti dan dirindukan, hingga Rasulullah menyatakan: "sekiranya ummmatku mengetahui akan kandungan yang dibawa bulan Ramadhan, maka semuanya akan berharap agar sepanjang tahun berisi hanya bulan Ramadhan ". Bagaimana dengan kita, apakah Ramadhan merupakan suatu hal yang special di hati kita ?

KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

Ketika bulan sya'ban akan berakhir dan Ramadhan segera menjelang, Rasulullah saw memberikan bekalan ruhani kepada para shahabat mengenai bulan suci Ramadhan. Rasulullah menganjurkan kepada para shahabat untuk memperbanyak melakukan amal ibadah karena ibadah pada bulan Ramadhan nilai pahalanya akan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat atau lebih, Rasulullah juga menganjurkan sekali untuk memberi makanan berbuka (iftor) kepada orang-orang yang berpuasa karena bagi orang tersebut akan mendapat pahala dari orang yang diberi bukaan tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

Shahabat bertanya : Ya, rasulullah saya tidak mempunyai apa-apa yang berharga untuk diberikan kepada orang yang berpuasa, Rasulullah menjawab : Sediakanlah apapun yang kau punya walaupun hanya sepotong kurma, seteguk air ataupun segelas susu asam.

Keistimewaan-keistimewaan lain yang dapat kita peroleh pada bulan Ramadhan adalah :

Ramadhan merupakan bulan yang permulaannya penuh rahmat, pertengahannya penuh dengan ampunan dan akhirnya penuh dengan kebebasan dari api neraka.

Allah akan mengampuni dosa-dosa yang terdahulu bagi orang-orang yang melakukan puasa semata-mata karena keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah.

Terbukanya pintu-pintu syurga dan tertutupnya pintu-pintu neraka.

Ibadah wajib yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan nilai pahalanya, dan bila melakukan ibadah sunah pahalanya sama dengan ibadah wajib.

Di dalam bulan Ramadhan tersebut ada satu malam yang dinamakan malam lailatul qadr yang barang siapa beribadah pada malam tersebut nilai pahalanya lebih dari beribadah selama 1000 bulan.

PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN

Para shahabat membagi waktu dalam setahun ini menjadi dua bagian, enam bulan menjelang Ramadan, mereka sibuk untuk melakukan persiapan menjelang Ramadhan, enam bulan setelah Ramadhan mereka gunakan untuk mengevaluasi dan memohon pada Allah agar amal ibadah di bulan Ramadhan tersebut dapat bernilai dan diterima oleh Allah. Persiapan-persiapan apa saja yang shahabat contohkan sehingga ketika kita memasuki bulan puasa tersebut, kita dalam keadaan siap lahir bathin dan akan memperolah hasil maksimal disisi Allah.

Hendaknya kita menyambut bulah suci ini dengan suka cita dan penuh kerinduan sehingga dapat menumbuhkan motivasi/semangat dalam menjalankan segala amal ibadah di bulan tersebut.

Menyempurnakan segala kekurangan yang ada pada masa yang lalu

sempurnakanlah hutang-hutang puasa ramadhan yang lalu

selesaikanlah segala utang piutang yang telah jatuh tempo dan janganlah sungkan untuk bertanya pada sesama rekan mengenai hutang-hutang kita, dikhawatirkan tanpa kita sadari ada hutang yang belum terbayar, walaupun jumlahnya kecil janganlah dianggap sepele.

perbaikilah hubungan antar manusia dengan silaturahim dan saling memaafkan

Bacalah kembali buku-buku mengenai Fiqhusshaum (hukum-hukum puasa) sehingga dalam melaksanakannya kita merasa yakin bahwa ibadah yang kta lakukan sesuai dengan yang disyariatkan, tidak hanya ikut-ikutan, dan akan bernilai tinggi disisi Allah karena dilakukan atas dasar ilmu.

Pada saat bulan Ramadhan, jadwal waktu makan kita, tidur dan segala aktivitas kita akan berubah, yang secara otomatis akan berpengaruh dengan tubuh kita, oleh karena itu dibutuhkan persiapan fisik yang prima sehingga perubahan jadwal aktivitas tersebut tidak mengurangi etos kerja kita. Janganlah puasa Ramadhan ini dijadikan kambing hitam untuk mentolerir penurunan etos kerja kita. Akan lebih baik lagi bila pada bulan Sya'ban ini kita banyak melakukan puasa sebagai sarana latihan menjelang Ramadhan.

Persiapan terakhir yang tidak kalah penting adalah persiapan materi untuk memenuhi kebutuhan sepanjang bulan ramadhan dan untuk keperluan berinfaq dan shodaqoh, kebutuhan ini harus dipenuhi terutama bagi orang-orang berni'at untuk beri'tikaf (berdiam di mesjid dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada Allah swt)

0 komentar

Posting Komentar